Khasiat Dan Maanfaat Daun Sambiloto Bagi Kesehatan Tubuh

Advertisement
Advertisement
Khasiat Dan Maanfaat Daun Sambiloto Bagi Kesehatan Tubuh - Sambiloto (Andrographis paniculata) adalah tumbuhan khas daerah teropis yang cukup terkenal sebagai tanaman herbal dapat tumbuh dimana saja. Daun sambiloto digunakan untuk berbagai keperluan yang memiliki khasiat sebagai obat yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai keluhan atau gejala penyakit yang sering terjadi, di antaranya adalah untuk mengobati demam dan batuk pilek. Daun sambiloto ini mengandung senyawa andrographolide. Senyawa ini terasa pahit, tapi memiliki sifat melindungi hati.

Penilitian membuktikan bahwa senyawa ini mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Senyawa ini juga berperan besar dalam menurunkan enzim CDK4 sehingga menekan pertumbuhan sel kangker. Senyawa andrographolide juga berkhasiat meninggalkan kekebalan tubuh. Nama ilmiah dari sambiloto adalah Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. Nees. Family: Acanthaceae, dengan nama daerah yang bermacam-macam seperti papaitan, takilo, sandilata, takila, ampadu, dan sambilata. Tanaman sambiloto ini merupakan tumbuhan negara-negara Asia Selatan dan tenggara seperti India , Sri Lanka, Malaysia, termasuk Indonesia.

http://cara-tani.blogspot.com/2016/03/khasiat-dan-maanfaat-daun-sambiloto.html
Khasiat Dan Maanfaat Daun Sambiloto


Tanaman Sambiloto dapat dikenali dari ciri fisiknya yang berdiri tegak dan dengan ketinggiannya yang dapat mencapai 90 cm. Kandungan utama sambiloto adalah diterpen lakton andrografolida. Selain itu mengandung andrografin, panikolin, panikolida, serta antioksidan flavon. Karena sudah lama terkenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat, daun sambiloto sering digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti di bawah ini:

1.Anti-inflamasi

Sambiloto mengandung zat dehidroandrografollida, neoandrografolida dan andropolida yang mengurangi produksi histamin, dimetiol benzena dan adrenalin. Dehidroandrografolida dapat meningkatkan sintesis dan pengeluaran hormon ACTH dikelenjar pitutari. ACTH berfungsi mengeluarkan sinyal untuk membuat kortisol, yaitu agen anti inflamasi alami.

2.Anti diabetes

Zat etanolik pada sambiloto dapat mencegah terjadinya hiperglikemik dan menurunkan stress oksidatif berdasarkan percobaan terhadap tikus diabetes. Sedangkan penelitian lain yang memberikan herbal dengan fortifikasi sambiloto sebanyak 50 mg dan 100 mg selama 60 hari menunjukan penurunanan signifikan gula darah, meningkatkan kadar insulin plasma dan glikogen hepatik serta hemoglobin total.

3.Mengobati diare

Menurut sebuah penelitian bakteri diare akut dapat diobati dengan konsumsi ekstrak sambiloto 500 mg sebanyak 3 kali sehari selama 6 hari. Komponen andrografolida dan neoandrografolida berperan dalam mengatasi diare.

4.Memabantu pengobatan HIV

Andrograpolida mencegah transmisi virus ke sela lain dalam tubuh dan menghentikan perkembanagn penyakit dengan mengubah sinyal antar sel.

5.Anti malaria

Ekstrak metanol dari sambiloto menunjukan aktivitas melawan Plasmodium berghei salah satu parasit transit malaria. Ekstrak metanolik ini mencegah terjadinya multiplikasi parasit. Selain itu ekstrak sambiloto njuga efektif mematikan cacing filariasis yang merusak saluran limpa. ekstrak etanol sambiloto juga efektif mematikan jamur dan bakteri berbahaya menurut berbagai penelitian.

6.Mencegah penyakit jantung

Ekstrak sambiloto dapat memperlamabat waktu pemebntukan plak yang menyempitkan pembuluh darah, membantu proses alami pelarutan plak dan menghaluskan otot saluran darah.

7.Manfaat lain

Ekstrak sambiloto khususnya zat andrografolida menunjukan aktivitas yang efektif untuk mencegah penyakit hati/hepar, meningkatkan sistem imun, anti kanker, dan lain sebagainya.

Bagian Sambiloto Yang Bermanfaat

Semua bagian sambiloto memiliki kandungan zat kimia yang bermanfaat baik pada akar, daun, batang dan bunga. Namun daun dan bunga sambiloto lebih populer sebagai obat herbal.

Efek Samping Sambiloto

Sambiloto aman ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dalam jangka pendek. Efek samping dapat saja muncul berupa kehilangan nafsu makan, diare, muntah, ruam, sakit kepala, pilek, dan kelelahan. Ketika digunakan dalam dosis tinggi atau jangka panjang, sambiloto dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, reaksi alergi yang serius, peningkatan enzim hati, dan efek samping lainnya. Beberapa kelompok disarankan untuk membatasi konsumsi sambiloto karena dapat menimbulkan efek negatif, diantaranya:

1.Bayi dan anak-anak: sambiloto aman untuk anak-anak ketika diminum dalam jangka pendek kurang dari satu bulan dengan kombinasi herbal lain.

2.Kehamilan dan menyusui:sambiloto mungkin tidak aman ketika diminum selama kehamilan. Ada kekhawatiran dapat menyebabkan keguguran. Tidak cukup diketahui tentang keamanan sambiloto selama menyusui. Tetapi untuk keamanan disarankan untuk tidak mengkonsumsinya terlebih dahulu.

3.Masalah kesuburan: Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa sambiloto dapat mengganggu reproduksi, tetapi hal ini belum terbukti pada manusia. Namun demikian, jika Anda mengalami kesulitan hamil, sebaiknya tidak menggunakan sambiloto.

4.Penyakit autoimun: sambiloto dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif, dan ini bisa meningkatkan gejala penyakit auto-imun. Jika memiliki penyakit multiple sclerosis (MS), lupus (systemic lupus erythematosus, SLE), rheumatoid arthritis (RA), atau kondisi lain yang berhubungan dengan penyakit autoimun disarankan untuk tidak mengkonsumsi terlebih dahulu.

5.Pendarahan: sambiloto bisa memperlambat pembekuan darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko perdarahan atau memar pada orang dengan gangguan perdarahan.

6.Tekanan darah rendah: Penelitian menunjukkan bahwa sambiloto dapat menurunkan tekanan darah, sehingga penderita tekanan darah rendah atau hipotensi disarankan untuk tidak mengkonsumsinya

Dosis  dan Cara Menggunakan Sambiloto

Dosis sambiloto relatif bervariasi hingga mencapai 1.200 mg. Dosis sambiloto adalah 40 mg per hari untuk mengobati masalah seperti sinusitis, demam dan tonsilitis. Sedangkan untuk anak-anak dengan gangguan sistem pernafasan bagian atas sekitar 30 mg selama maksimal 10 hari. Dosisi standar sambiloto dilihat dari kandungan andrografolida yaitu sekitar 4-6%.

Sambiloto memiliki rasa yang sangat pahit sehingga sulit untuk mengkonsumsinya secara langsung. Oleh karena itu sambiloto biasanya dikonumsi dalam bentuk kapsul atau tablet ekstrak. Sambiloto juga dapat dikonsumsi dengan cara direbus atau ditumbuk kemudian diseduh.

Baca Juga:
Manfaat Rebusan Daun Sirsak Untuk Obat
Manfaat Daun Pepaya Bagi Kecantikan
Daun Kelor Manfaat Dan Khasiatnya

Nah itulah sedikit bahasan mengenai tentang Khasiat Dan Maanfaat Daun Sambiloto Bagi Kesehatan Tubuh yang dapat di sampaikan . Semoga bermanfaat & Sallam Sehat.

Advertisement